Lokasi PM-AAS Jonggat Menjadi Pusat Diseminasi Penerapan Pertanian Modern bagi Penyuluh di NTB
Lokasi Pertanian Modern - Agriculture Advanced System (PM-AAS) di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, terus menjadi pusat pembelajaran dan diseminasi penerapan pertanian modern di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Lokasi PM-AAS yang berada di Desa Perina dan Desa Bunkate menjadi tempat belajar bagi para penyuluh pertanian dalam memahami secara langsung seluruh tahapan penerapan teknologi PM-AAS.
Kegiatan ini sebagai upaya BRMP NTB dalam mendukung target nasional pengembangan pertanian modern 3 juta hektare, dengan penyuluh pertanian berperan sebagai pendamping utama petani dalam mengimplementasikan teknologi dan inovasi di lapangan.
Tim Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Nusa Tenggara Barat secara rutin menerima kunjungan penyuluh pertanian dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi NTB sebagai bagian dari kegiatan diseminasi PM-AAS. Hingga saat ini, penyuluh dari Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur, dan Kota Mataram dan Lombok Utara telah berkunjung di lokasi PM-AAS Desa Perina dan Desa Bunkate.
Melalui kegiatan ini, para penyuluh memperoleh penjelasan dan praktik lapangan mengenai seluruh tahapan penerapan PM-AAS, sehingga diharapkan mampu mengimplementasikan dan mendampingi petani dalam pengembangan PM-AAS di wilayah masing-masing.
Materi yang disampaikan meliputi teknik persiapan lahan, pengolahan tanah, aplikasi pupuk organik, penggunaan herbisida pra tumbuh dan pasca tumbuh, pelaksanaan seed treatment beserta bahan yang digunakan, waktu dan teknik aplikasi silika, pengaturan tata air beserta solusi terhadap berbagai kendala di lapangan, hingga strategi pelaksanaan PM-AAS yang akan diterapkan di wilayah masing-masing.
Melalui kegiatan diseminasi ini, diharapkan para penyuluh memiliki pemahaman teknis yang seragam dan mampu menjadi pendamping yang kompeten dalam mengawal penerapan PM-AAS di wilayah binaannya.
Dengan demikian, teknologi pertanian modern dapat diterapkan secara lebih luas untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi budidaya, dan mendukung percepatan pencapaian swasembada berkelanjutan